Sabtu, 28 Oktober 2017

#

Menikam Kenangan yang Disimpan Lubuk Hati

unsplash.com/photos/ojVMh1QTVGY

Begitu saja jadi renungan bersama, sebuah kisah,
pemuda dan kekasihnya, kaya tapi pemalu.
pada suatu pertunjukan masa kini, tengah hari,
di layar-layar bioskop, di kotamu yang megapolitan.

Sepulangnya, ramai orang mengisahkan kembali,
jalanan penuh lautan kenangan, kisah yang tragis,
pemuda pada kekasihnya, kaya tapi pemalu.

Mulai sudah, kenangan-kenangan itu menjadi tren,
pertokoan modern menjualnya dengan harga: pertukaran.
anak-anak muda berdatangan, membelinya, menukarnya,
dengan kenangan mereka pada kerabat keluarganya,
teman bahkan kekasih mereka.

Jauh di batas kotamu, di sebuah jembatan layang, di malam yang redup,
di bawahnya, seorang pemuda mengumpulkan kenangan yang dibuang,
disusun dengan rapi di dalam rumahnya yang sederhana, bertingkat dua.
pemuda yang mesra bersama kekasihnya, kaya tapi pemalu, di dalamnya.


(Serambi, 2017)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @orangkomidi