apalagi yang bersisa jika sampai di sini.
langkah terhenti, berbalik sejenak,
peron bergeming, menanti aba-aba.
Sukma dan segalanya bersikukuh bertahan,
simpan kata paling senyap:
cinta, katanya.
Semuanya menunggu dengan gelisah,
asap melambung tinggi, pendek dan berbau pekat.
air di langit berjatuhan, memulai dengan rintik lalu deras,
tiada tersisa selain temaram di pandangan, ia tergugu,
stasiun dipandang menjauh.
di sana, kecil sekali, ada yang tak hentinya melepas kepergian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar