Biografi Sepi
Aku merindukanmu. Kehadiranmu. Mungkin lebih. Atau hanya perlu percakapan yang sia-sia. Seperti dulu. Membuang waktu. Waktu yang makin berkurang. Waktuku yang makin menipis. Setipis dedaunan pohon pisang yang ditanam olehku dan juga kamu. Di samping rumahku. Yang biasa kita sebut, Taman Bermain. Yang dulu menjadi tempat bermain kita. Satu-satunya tempat bermain kita. Menghabiskan masa kecil. Hanya tawa. Tawa yang menggema sebelum senja jadi malam. Saat orang tua kita sudah memanggil. Ibuku dan ayahmu. Ibuku yang janda dan ayahmu yang duda.
Masih ingat aku pada masa silam. Ketika itu, pertama kali kita bertemu. Mengenal satu sama lain. Kamu pemalu. Aku tak peduli. Kita benar-benar jadi pasangan yang tak menghiraukan. Aku jadi tersenyum sendiri ketika mengingat itu. Perjumpaan awal bagi perjumpaan selanjutnya.


