Aku bukanlah Kartini
yang tajinya hanya sebatas terkaan
jika dipotret, pasti menangis hasilnya
jika tiada tulisan, mana mungkin jadi harum
Putri, lama sudah dia mengaromakan bumi pertiwi
semerbak wangi ketenangan yang meraja pengetahuan
tiada lagi orang yang tiada peroleh pendidikan
harus peroleh pendidikan
bagi perempuan
pingitan
walau belum ‘kan dipinang
Bagi kaum itu;
di luar rumah yang haram bukan melangkah
namun akan ke mana ia melangkah
taman larangan bagimu sama saja cari maut
karena setiba dari luar tak ‘kan lagi leluasa melihat mentari
dari mata sendiri.
Putri, sekarang sudah tiada pingitan
engkau leluasa dan batas jadi berkarat
merapuh menua
Aku dan kartini berbeda
satu kaum dua zaman
Zamanku,
zaman kebebasan;
zaman kesetaraan;
zaman keadilan;
zaman ke-alpa-an;
zaman lupa kewajaran.
Aku dan Kartini sangat berbeda
aku mengenang, dia dikenang
aku dan kartini memang berbeda
(Madura, 2012)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar