Di ujung,
langit-bumi
ruang-waktu
ada retak-retak tak terlihat diapit terang-gelap
Di ujung itu pula ada bocah yang sedang mencari tujuan
tujuannya tuk pulang-pergi
atau hanya melangkah saja
Dan di sana pula
ada pemuda yang tak lagi mampu berjalan menyedu setetes tangis
tangis dari ribuan permukaan datar-miring
Namun,
mereka berdua tak bertemu
hilang rupa
hilang rasa
hilang raga
Lalu retakan di sana
melebur ragu
ragu yang menjelma rupa tua
tempat mereka menyatu
(Madura, 2012)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar