Semi
Aku tidak seperti bunga saat pagi
dengan embun yang mengikatnya
dipandang jadi menakjub
bagi mata yang entah jujur
entah bohong
Panas
Pada awalnya semuanya baik
setelahnya baik
hingga berakhir di hari yang terik
semua jadi baik
baik-baik saja
Gugur
Kita bermain seperti biasa
di halaman rumah yang biasa
bersama teman-teman sepermainan
yang juga biasa
Dingin
Kami tetap seperti malam
yang dingin dan beku
lalu pijakan menjadi licin
seperti tak mampu ditapaki lagi
walau hati-hati
Kemarau
Aku ingin mempertanyakan keberadaan air mata
yang dulu, bagiku, seperti embun
menghangat lalu terbang ke peraduan
di detik-detik ini
begitu dinanti
Hujan
Tidak seperti biasanya malam-malam lebih berisik
pagi seperti tiada penghuni
lalu di tengah hari sampai jelang malam
bukit bernyanyi seperti ingin mengeluarkan semua
seakan tiada lagi yang mampu untuk dipendam
Anomali
Aku tak ingin lebih menyukai ketidakpastian
antara yang baik dan buruk
antara malam dan siang
lalu siang juga sore
apalagi ketidakpastian berkata:
“seperti berujar pada malam namun diterima oleh pagi yang seolah senja”
(Bangkalan, 2013)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar