Tak
menghindar dengan sesal
Menghias sesuai
dengan penantian
dalam kemilau
yang redup
yang mengerling
dalam uap
ketika yang lain
mengalir
menyusuri ke
dasar lembah: terbenam
Lalu aku menanti
angin yang sama
antara yang sengaja
di persimpangan
itu aku melihat;
aku bernafas
bagi diriku
sedang dalam
nyata
aku tak
merasakan sebagai nafasku
Aku kembali
menjadi,
seperti
keberadaan yang awal
(Bangkalan, 2013)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar