Sabtu, 26 Agustus 2017

#

Menjadi

unsplash.com/photos/Nahc_qnKGwk

Tak munutup dengan mati
Tak menghindar dengan sesal

Menghias sesuai dengan penantian
dalam kemilau yang redup
yang mengerling dalam uap
ketika yang lain mengalir
menyusuri ke dasar lembah: terbenam

Lalu aku menanti angin yang sama
antara yang sengaja
di persimpangan itu aku melihat;
aku bernafas bagi diriku
sedang dalam nyata
aku tak merasakan sebagai nafasku

Aku kembali menjadi,
seperti keberadaan yang awal


(Bangkalan, 2013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @orangkomidi