Terkadang kita lupa bahwa kebersamaan
bukanlah hal yang utama, namun ia penting. Karena kebersamaan punya makna lain
yakni kepedulian, kasih sayang atau cinta. Kebersamaan dibutuhkan setiap
manusia. Bahkan muncul idiom yang berkembang pesat di dunia global: manusia
tidak bisa hidup sendiri. Gambaran singkat ini dapat kita jadikan patokan bahwa
kebersamaan tak boleh dianggap sepele.
kebersamaan pula yang akhir-akhir ini menjadi
titik permasalahan dipenjuru dunia. Bersebab kurangnya intensitas sebuah
kebersamaan, hubungan antar anggota keluarga tak lagi rukun. Atau bahkan dalam
dunia luas, para pemegang kuasa tak lagi rukun, mungkin saja penyebabnya adalah
kebersamaan pula.
Kebersamaan bisa berarti baik, begitupun juga
sebaliknya, berpengaruh buruk. Yang dapat kita syukuri adalah manusia secara
lahiriah memang membutuhkan kebersamaan. Seperti bernafas atau minum. Kita
ambil contoh paling dekat, ya, yang terdekat semenjak kita baru terlahir ke
dunia: Keluarga.
Semenjak bayi, manusia memerlukan kebersamaan
dari orang tuanya. Jika tidak ada atau telah ditinggal mati, tentu masih ada
paman-bibi dan kakek-nenek. Karena bayi butuh kasih sayang, butuh perhatian,
butuh cinta. Itulah nutrisi bagi bayi untuk tumbuh menjadi luar biasa maksimal.
Kita menemukan akhir-akhir ini menemukan
fakta mencengangkan, di kota atau di desa dan perkampungan sekalipun. Dari
berbagai media kita disuguhkan berbagai pemberitaan yang tak ayal membut dahi
mengerut, kriminalitas, moral, bahkan kebiasaan yang tak lazim tumbuh di negeri
bercorak ketimuran yang santun, tata krama, gotong-royong dan kekeluargaan.
Semua digusur atas nama modernitas.
Sedang di desa tak kalah sengit: modernitas
bertemu dengan keluguan lalu berkolaborasi secara intens. Kita bisa simak
keadaan desa atau perkampungan ketika libur Hari Raya Idul Fitri. Fenomena baru
yang berkembang pesat. Kita menyaksikan dengan nurani tentang bergesernya makna
kebersamaan dan kebersamaan. Indikatornya tentu saja, sikap, pola pikir dan
cara pandang terhadap sesuatu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar