Rupa-rupa bermukim di penjuru arah
dari yang suka sampai yang benci
dan kata-kata cukup mewakili dalam tubuhnya;
dari yang kecil dan semerbak penuh asa
menjadi yang terindah dan mewangi
lalu kita sama-sama bersuara merdu:
cukup!
cukup! itu sudah cukup!
Dan seperti yang biasa dilakukan,
kita saling menyantuni
dalam kelam
(Bangkalan, 2013)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar