Kadang kita membingungkan perkara:
Pria itu selalu bejalan cepat. Tidak menyempatkan untuk melirik atau melambai pada kita. Ia terus melangkah cepat dan ketika ada laki-laki yang menyapanya ia menunjukkan keramahnnya. Penuh senyum dan keakraban dalam ucapan.
dan udara pagi di esok beraroma sangsi
lalu telinga menyebarkan keingintahuannya
pada gerilya yang tak disangka-sangka
Namun, perkara itu tetap membingungkan:
Pria itu tetap berjalan cepat. Juga tidak menyempatkan untuk melirik atau melambai pada kita. Ia tetap melangkah cepat dan ketika adala laki-laki yang menyapa ia menunjukkan kelamahannya. Tetap penuh senyum dan keakraban dalam ucapan.
setelah mata melalui kecerdikannya
mengantarkan sebuah pesan singkat
dari sedikit ungkapan pria itu, “perempuan..”
Kita melihat masing-masing dengan rupa penuh tanya,
“kenapa?
(2014)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar