Selasa, 09 Mei 2017

#

Bisik

unsplash.com/photos/zgQFMGCQgvc

Kadang kita membingungkan perkara:

Pria itu selalu bejalan cepat. Tidak menyempatkan untuk melirik atau melambai pada kita. Ia terus melangkah cepat dan ketika ada laki-laki yang menyapanya ia menunjukkan keramahnnya. Penuh senyum dan keakraban dalam ucapan.

Hm, dan kita akan saling menuduh lalu mengedipkan mata pada kahalayak kita
dan udara pagi di esok beraroma sangsi
lalu telinga menyebarkan keingintahuannya
pada gerilya yang tak disangka-sangka

Namun, perkara itu tetap membingungkan:

Pria itu tetap berjalan cepat. Juga tidak menyempatkan untuk melirik atau melambai pada kita. Ia tetap melangkah cepat dan ketika adala laki-laki yang menyapa ia menunjukkan kelamahannya. Tetap penuh senyum dan keakraban dalam ucapan.

Dan kita tak ingin berdebat lagi
setelah mata melalui kecerdikannya
mengantarkan sebuah pesan singkat
dari sedikit ungkapan pria itu, “perempuan..”

Kita melihat masing-masing dengan rupa penuh tanya,
“kenapa?


(2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @orangkomidi