Di biru laut matamu hujan menyemai rindu
beraroma sedu yang ditahan isak
aroma dari salam perjumpaan yang lama
dicumbu malam di pucuk sana
meranggas
Orang-orang berebut dirimu
mengambil yang disuka
dan dilarungkan pada angan-angan
Namun di sisiku hanya ada ranting
bercabang dua yang melengkung
aku tak tahu lagi, bagaimana bersikap
karena langkahmu tiada hinggap di ranting itu
(Bangkalan, 2013)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar