Selasa, 09 Mei 2017

#

Gerak

unsplash.com/photos/-yYaO0ioyOY

Bersemanyam kalbu. Dalam ruang yang berwarna abu-abu. Tidak hitam atau putih. Hanya abu-abu. Abu-abu yang menggantung diikat seutas tali. Tali warna pelangi yang, bagiku, indah. Seindah fajar dan senja yang berganti dengan malam. Di pergantian yang melahirkan nuansa rinduku pada sosokmu.

Namun, sekilas saja, terlihat bayang-bayang yang merisaukan. Di dekatmu. Di depanmu. Dan di depanku pula. Kita perlahan melihat dan merasa hal sama. Pelan sekali. Dan gerakku adalah yang paling pelan. Seolah langkah dan hatiku sejalan. Keduanya semakin malu pada diriku yang kini terpaut pula pada rembulan itu. Rembulan warna jingga di malam yang pekan.

Malam yang menjadi pijakanku dalam menebar mimpi; menghadirkan masa lalu. Dan padamu aku memberi seikat tulisan yang aku tulis sendiri. Bersama mawar warna putih yang kupercaya sebagai pengikat jarak. Jarak diriku dan engkau yang semakin menyimpulkan senyum. Jarak antara langkah, hati, dan diriku untuk memahami makna tujuan.


(2012-2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @orangkomidi