Selasa, 09 Mei 2017

#

Jendela

unsplash.com/photos/gzhyKEo_cbU


“Mau bertemu denganmu”, pernah kau hadirkan beberapa kali padaku
namun keberadaanku hanya beberapa detik
dan detik lain adalah milik yang lain
dengan tambahan yang tak kudapati

Aku berpikir tak enak tentangmu;
tentang rambut yang tergerai,
dihiasi manik yang berkerlip semisal lampu neon kota
dan aroma rambutmu ternyata bukan untukku

Aku pun tak ingin berlama dengan sesal
ketakutanku membuatku teringat lagi dengan jendela
jendela yang sempat aku tinggalkan berbulan-bulan
namun, ternyata jendela itu setia menunggu

Aku menyempatkan melihat dari jendela -yang belum jadi itu-,
dan kuyakin kau tidak percaya padaku, bila kukatakan
sedang aku, mulai meyakininya dengan sungguh:

“Air mengalir didekatku, namun kau tidak berada di dekatku. Bahkan di seputar pandanganku, kau tidak terlihat. Namun aku melihat wanita menghampiriku. Ia lebih cantik dari dirimu. Dan ia tidak seperti dirimu. Dan, aku yang di sana, bukan diriku ketika bersamamu. Dan wanita itu, mengucapkan sesuatu yang kupahami, “setelah kau menyelesaikan jendela itu.” Dan aku tersenyum. Senyum yang belum pernah aku lakukan.”


(2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @orangkomidi