Menggambar pada keras berparas putih
Di buram tubuhnya mengalir nuansa
dingin, namun ada yang hangat di pipi
Ketika semua rebah, bergelora yang dikenang
menuangkan rindu dan gairah, sejenak
Demikian malam bersambut
Di tengah jalan, tanda-tanda bertaut
mesra di palung dada
Di mataku selain gunung butiran pasir
tiada yang nampak
lalu kabut
menyapu segala
(Bangkalan, 2016)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar