dalam dua kali rengkuhan yang lepas dan
dahaga pada bola mata dan
pancuran air matamu
Bulan terbit di pancaran sukmamu
dibawanya kenangan dan mimpi-mimpi serta
derai suatu malam perihal kisah
sungai mengalir ke langit
berjumpa pada pipi merahmu
merona dan lesung pipi
di halaman rumahku ada bekas perahu
yang berlayar pada sungai yang mengalir di
pipimu
meninggalkan bekas air matamu
yang mengering dan lukaku merona
menangisi perpisahan dan kehilanganmu
(Serambi, 2016)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar