Kamis, 29 Juni 2017

#

Televisi Lewat Tengah Malam

unsplash.com/photos/XCBW03rNaNQ

Warna putih yang kilat dan gemuruh tinggi
memberi debar pada malam yang malu

Berlinang muka-muka
menitipkan maut dalam muka hujan yang ramah
pada merah yang membasahi kerinduan

Bebatuan dan kekayuan berlinang,
Menopang tubuh membentang
lalu terbang ke asalmu yang tawar
di antara sebagian belati yang menghunus
bibir dan lidah yang tertawa dan menangis

dan kita sama-sama menyelam dalam dekapan layar
yang ritmis dan tragis dipergulatan bola mata yang samar
di garis-garis yang menari
di dalam kematian kini


(Serambi, 2016)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @orangkomidi