memberi debar pada malam yang malu
Berlinang muka-muka
menitipkan maut dalam muka hujan yang ramah
pada merah yang membasahi kerinduan
Bebatuan dan kekayuan berlinang,
Menopang tubuh membentang
lalu terbang ke asalmu
yang tawar
di antara sebagian belati yang menghunus
bibir dan lidah yang tertawa dan menangis
dan kita sama-sama menyelam dalam dekapan
layar
yang ritmis dan tragis dipergulatan bola mata
yang samar
di garis-garis yang menari
di dalam kematian kini
(Serambi, 2016)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar