katamu dengan setengah hati.
“pada titik dan tungkainya
hidup semangat orang-orang di sini,”
lanjutmu setengah menerawang.
“Jika malam tiba
harapan dan impian seolah singgah
pada pemiliknya..”
kali ini engkau sesenggukan.
“Padanya disimpan permata
dan kebanggaan seorang manusia
hingga suatu hari dikursi itu mandi darah,”
kita sama-sama diam.
Aku kembali dalam duka dan firasat tadi malam.
(Serambi, 2016)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar