direkam bola matanya
dua ekor burung sedang bercengkrama
tak jauh dari sana, di luar jendela
dan uap seduhah kopi
menimbulkan cekat pada tenggorokan
di sampingnya menanti bibirnya
Dua jam setelahnya
bayang-bayang dan letupan amarah
menghias bola matanya
ambulan dan mobil polisi berdatangan
serta keramaian di luar sana
Kopi itu dingin tanpa disentuh bibirnya
(Serambi, 2016)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar