aku bisa lebih mengenal wajah yang indah
berhiaskan tahta yang tertutup kain tenunan
tangan
semuanya menutup pandangan dengan indah
tidak berlebih nan membuat cantik
Langkah-langkah elok berbalut patuh pada Tuhan
mengalun pelan menjauh
di sana timbul hormat dari mereka yang melihat
semua menunduk merespon takjub bersama senyum
Aku ingin bertanya langsung berhadapan
namun, angin mencegah dengan deburannya
bersama debu
dan tubuh melemah seketika waktu
sesak, semua bayang menjauh memburu
Ini mimpi akan terus jadi mimpi
tanpa tahu kapan 'kan diraih
Di depanmu aku melangkah
berkata pelan namun cukup,
ini waktu sudah tua bersama kita
sudahkah memutus ?
aku masih sepi
(Madura, April 2012)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar