dari bibir,
dari
tangan,
dari sifat
Saat bel semester awal
berdendang
saat petama tubuhmu
terlihat oleh mata
enggan mulut berucap
namamu
Gemetar tubuh menjadi
pengantar rasa
dengan gugup sebagai
pendamping
ingin mulut bertutur
di depanmu
tuk membuka tabir
benih indah
malu masih menjadi
benteng buatku
menjadikan lidah
terikat
menjadikan ….
Dan bibir membeku
hanya mata menyapa
kepadamu sedetik
lalu menunduk, terus
menunduk
membiarkan kamu
berlalu begitu saja
keputusan sudah keluar
tubuh, pikiran, dan
otak menjadi satu
berkualisi menimbun
benih keindahan
membiarkan waktu
sebagai penentu
(Juni 2011)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar