Kamis, 24 Agustus 2017

#

Menunggu Waktu

unsplash.com/photos/2xaF4TbjXT0

Jutaan magma memaksa berucap
dari bibir,
dari tangan,
dari sifat

Saat bel semester awal berdendang
saat petama tubuhmu terlihat oleh mata
enggan mulut berucap namamu

Gemetar tubuh menjadi pengantar rasa
dengan gugup sebagai pendamping
ingin mulut bertutur di depanmu
tuk membuka tabir benih indah
malu masih menjadi benteng buatku
menjadikan lidah terikat
menjadikan ….

Dan bibir membeku
hanya mata menyapa kepadamu sedetik
lalu menunduk, terus menunduk
membiarkan kamu berlalu begitu saja
keputusan sudah keluar
tubuh, pikiran, dan otak menjadi satu
berkualisi menimbun benih keindahan
membiarkan waktu sebagai penentu


(Juni 2011)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @orangkomidi