itu bohong belaka
berbulan, bertahun
sekalipun
Tak mungkin itu jadi
nyata
cobalah sejenak
artikan mimpiku ini
“Di sudut itu aku
merasa sedih
dalam ruang penuh sepi
Serba putih
dan aku berwajah masam
kontras dengan senyummu
lalu aku berlalu
meninggalkanmu
namun kau tetap saja
tersenyum”
Masih perlu kamu
sangkal deritaku ini
sendiriku berkubang
dalam lumpur
Menunggu mentari siang
mengeraskan diri
darimu
seperti helaian daun
jati
meranggas demi pohon
tempatnya bernaung
(Madura, Februari 2012)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar