di musim tumbuhnya
ilalang dan bakum-bakum mungil
sampai dirimu menyapa:
akan ke mana kemarau menuju?
:Kemarau yang dirindui
sudah tiada
Dan lihat perbuatanmu
pada orang-orang tua!
tumbuh di dalam mereka
duri-duri yang bersitumbuh
jadi kaktus di padang
pasir
Seperti hatimu yang belum
kembali,
tak ada yang bersemi di musim kemarau
kecuali yang bertanya:
kapan kami dipulangkan?
Dan mereka tak
berhenti bermunculan,
pecah-pecahan cermin
dan genangan air yang makin menggenang
(Bangkalan, 2013)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar