yang bertutur sapa dipandang jadi
rupawan
kata ia mengibur hari
Pada awalnya di hari yang terik
semua jadi baik, baik-baik saja
Seperti
biasa
di halaman yang biasa
bersama teman yang juga biasa
Di waktu lain
aku
seperti malam
dingin dan beku
menghadirkan gegas tapak yang kuyu
seperti aroma bulu burung yang gugur jadi
kaku
walau hati-hati
Atau sesekali aku ingin bertanya pada
air mata
yang menghangat lalu terbang ke peraduan
di detik yang begitu dinanti
Bahkan pada malam
yang berbisik rendah
tentang penghuni pagi di bukit yang meniup
seakan tiada yang mampu dipendam lagi
Aku hanya
menyukai rupaku yang awal
di pilihan yang baik dan buruk
di tengah senja juga malam berkabut
Untuk mencari paduan
sajak yang bermusim hangat


Tidak ada komentar:
Posting Komentar