Rabu, 02 Agustus 2017

#

Sajak Bermusim Hangat

unsplash.com/photos/vhBQmZLdG78

Kadang aku bunga pagi bersama embun
yang bertutur sapa dipandang jadi rupawan
kata ia mengibur hari

Pada awalnya di hari yang terik
semua jadi baik, baik-baik saja

Seperti biasa
di halaman yang biasa
bersama teman yang juga biasa

Di waktu lain aku seperti malam
dingin dan beku
menghadirkan gegas tapak yang kuyu
seperti aroma bulu burung yang gugur jadi kaku
walau hati-hati

Atau sesekali aku ingin bertanya pada air mata
yang menghangat lalu terbang ke peraduan
di detik yang begitu dinanti

Bahkan pada malam yang berbisik rendah
tentang penghuni pagi  di bukit yang meniup
seakan tiada yang mampu dipendam lagi

Aku hanya menyukai rupaku yang awal
di pilihan yang baik dan buruk
di tengah senja juga malam berkabut

Untuk mencari paduan
sajak yang bermusim hangat


(Bangkalan, 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @orangkomidi