Minggu, 17 September 2017

#

Kami Bersuara

unsplash.com/photos/ZE0Kkmj-vwo

Berjuang dari bahasa tak bersuara
Kepingan yang meretak senja pada kaki gunung keresahaan

Kami bersuara:
Sendu mimik rupa senyum menggambar rasa takut. Gagal dalam usaha. Dari bilik kekang rupa kelaki-lakian kekuasaan. Engkau melukis panorama berwujud fajar dunia. Tanda segala kemalangan ‘kan sirna mengawalkan diri. Dari bilik berpapan kayu beraroma angsa putih. Engkau terbang bersinar merendah. Enggan jauh merantaukan tubuh mewangi cempaka. Jepara. Masih menyinari Indonesia dari gelap gemerlap kesetaraan.

Sembah hormat dari kami yang melupa sejenak sinar pancaran dari Sang Ibu. Turut sungkan tanah pembaringan kaum perempuan. Malu-malu sembunyi menunduk sendu. Di sampingnya, nelangsa berduka. Lirih ucapnya mengiris sepi tumpukan nisan. “Engkau dan aku satu hati”.

Saat itu pula langit berkabut merah. Setiap mata yang menerawang langit berubah merah. Kulit, lidah, rambut, bahkan organ dalam bermandikan merah. Sedetik, sepi jadi sunyi lalu waktu mengabur. Perempuan berganti kelamin. Laki-laki memakai rok. Dunia kembali normal. Berjalan terbalik.

Angin yang sering berlarian melihatnya. Beku tiba-tiba. Ah, rupanya dia tidak kuat melihat fenomena ini. Mati. Angin mati! Angin mati! Angin mati! Semesta langit kelabakan. Siapa mau jadi pengganti! Saling tuding. Saling dituding. Saling menuding. “Tak perlu cari pengganti”. Suara gelegarnya menyatukan arah. “Biar aku urus ini”. Berlalu mengilat.

Temaram kembali. Kali ini dia meraja karena angin mati. Musuh yang meniadakan jadi pergi. Udara jadi tuba. Laki-laki yang peremuan dan perempuan yang laki-laki saling pandang. Mereka jadi cermin untuk masing-masing. Matung. Mematung. Dipatung. Semenit, sunyi jadi senda. Senda jadi ratap. Ratap jadi tangis. Lalu dari sana angin bangkit menertawakan semua. “Aku sudah mengurus ini”.

Temaram sirna. Dunia jadi normal semestinya. Laki-laki dan perempuan bergandengan menuju sebuah persinggahan. Surga.


(Madura, April 2012)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Me @orangkomidi