kau dan aku terbagi
tapi satu
namun waktu berbicara
lantang
: kalian hidup untuk
berpisah!
Kawan, aku ingin
kembali berjumpa
tentang setia yang kau
ajukan padaku
aku mengerti dengan
sedikit ragu
perihal kau akan kembali
dengan utuh
seperti sucinya kertas
sebelum berwarna
sedang aku berpikir
: aku mampu tuk menipu
Kawan, aku ingin
kembali bertemu
jika kita bertemu di
tempat jauh
aku akan lebih dulu
menipu
lalu kau melanjut tuk
menipuku
lantas waktu tertawa
sederhana
: Tuhan, aku berhasil
menipu dua manusia
(Bangkalan, 2012)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar