Syair tak lelah mengalun:
“Sepertinya kucukupkan penglihatanku karena ingatanku adalah wajah masa depanku. Keinginku untuk tak melihat kejelekan adalah harus. Apalagi usiaku sudah bercabang-cabang. Aku harus pandai-pandai menjaga ingatan. Keinginanku, ingatanku adalah kumpulan kebahagiaan. Tidak boleh menyimpan keburukan. Ingatanku adalah aku. Aku tak boleh menjadi buruk.”
orang ada untuk meniadakan,
mengembalikan karena tiada,
menyempurna agar ada
Hingga bunga pun layu,
enggan dipetik pada detik terakhir
agar syair yang mengalun
merasuk dalam kalbu
(2014)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar